Ke hadapan atuk,
Nenda kami,
Sugul
melayari sepi
antara nilai malam
serta siang-siangnya
Tak sekalipun berharga lagi
kerinduan ini menghukumnya
hingga semua kata-kata pun lenyap
berumbilah pepohon kesunyian
melarat menyucuk gembur ulu hatinya
cinta suburnya kini disentap ke langit
makmur melukis potret nostalgianya
dalam senandung awan tengkujuh
Hari itu,
Nenda terbaring..tersungkur
menggeleng enggan bangun
Tahukan engkau Tuk?
jauh di pelupuk matanya kelmarin,
bisik ini meruntun jiwa kami jadi nestapa ;
Belahan jiwaku,
tahukah kau?
aku yang di sini
hanya ingin engkau
melihat, memegang jasadmu!
Entah mengapa, tuk
di mimpiku semalam
dalam siluet rembulan kuning
beratus-ratus burung bambu
menarik tali bintang-bintang
jadi sejambak bunga langit
yang kau hulurkan pada nenda
seraya itu alam mula menangis
mendengar syahdu lafaz cintamu
turun jadi embun menggerimis
menimpa menyapaku terjaga
Pena Alam
kota kinabalu
hari selasa
18012011

Semoga nenek cepat sembuh...
BalasPadamAtau ada keinginannya untuk ketemu buah hatinya yang sudah kembali ke negeri abadi...
Mungkin juga takdir pertemuan semula itu yang dimahunya...
pena alam dear,
BalasPadamthat is what we call purely true love...
Abg Azrone & mash.. nenek mmg btul2 mrindui datuk.. dia telah menyahut panggilan ilahi pada hari sabtu lalu.. :(
BalasPadamsaya sangat cemburu kepada mereka yang mampu menulis sesuatu yang mempamerkan rasa cinta jiwa..
BalasPadam