aku : lihat itu, bulan. bulat,kan?
trudy : iya mak.
aku : di mana agaknya matahari itu sekarang, ya?
trudy : matahari sedang tidur dalam pesawat yang terbang waktu malam.
aku : iya?
trudy : ya, mak. ( aku tersenyum, geli hati)
tiba-tiba lelem menunjukkan gula-gula kacangnya ke arah bulan.
lelem : funny moon.
aku : hehe.. why funny, lelem?
lelem diam saja, sambil tersenyum melihat bulan. gula-gula kacang bertangkai itu dimasukkan ke dalam mulutnya semula.
trudy : mak, lihat, ada bintang.
aku : iya. banyak, kan?
trudy : emm. ( dia mengangguk)
kami pun terus duduk-duduk, bertiga. memandang bulan dan seluruh bintang-bintangnya. Aku pula terus duduk mendakap dua bintang-bintang hati ku yang bersinar terlalu indah di dalam cakrawala dihidupku, tiada tandingannya. Tiada apa yang dapat memisahkan kasih kami. Tiba-tiba teringatkan Rory, aku memeluk erat kedua-dua trudy dan lelem. Mereka masih dengan gula-gula kacang yang manis, bersamaku merenung bintang, di bawah lembayung bulan. Malam yang cantik, malam yang berbulan. Malam boleh datang dan berlalu tanpa kehadiran bintang-bintang, tapi apalah ertinya hidup ini tanpa bintang-bintang yang mekar menghias laman nurani di hati kita, walau siapa pun bintang itu, hargailah dia sebelum terlambat.
pa'al
kota bulan
kk, 06102009