Ahad
bernafas hingga hari ini..
syukur pada Allah. hari ini aku bernafas lagi di bumi-Nya. Trima kasih untuk ibu dan mendiang bapa, tanpa mereka siapa la pa'al..
Jumaat
MJ ..may his soul rest in peace

June 25th, 2009
terngiang-ngiang lagu ini di kuping ku..."Heal The World"
Pulang
sugul berdiri
di pusara mu
di horizon malam
terpenjara bulan
dalam mata ku
merenung nesan granit
dalam nafas berat
duka tak kenal titik
kematian menunggu
menjemput jiwa-jiwa
dalam riuh dalam tenang
lama berdiam
lalu aku harus pergi
dengan dua tangan
masuk di dua kocek
menghela nafas
senyum ku melambai
mengiya takdir
aku pasti kembali
menjadi warga mu
bila tiba waktu ku
Pena Alam
26 Jun, 2009
Kota Kinabalu
air tangan ku..

Gulai lemak pisang
bahan-bahan:
- 10 biji pisang emas muda (siat kulit luar saja jangan sampai ke isinya, belah dua atau potong serong, rendam dalam air bergaram)
- 10 biji cili padi ( ditumbuk, boleh kurangkan atau tambah cili padi tu, ikut 'ketahanan' lidah)
- 2 biji cili merah (buang biji - ditumbuk)
- sebesar ibu jari kunyit hidup ( ditumbuk)
- 10 biji bawang merah (ditumbuk)
- segenggam ikan bilis ( ditumbuk)
- 2 batang serai ( dititik)
- setengah biji santan kelapa segar
- asam keping
- garam dan perasa
- Mula-mula tumbuk cili padi bersama cili merah dengan sedikit garam, masukkan ikan bilis dan tumbuk sekejap. jangan sampai terlalu hancur
- Celurkan sekejap, pisang muda yang telah dibersihkan dengan air mendidih sampai lembut sedikit. Toskan airnya.
- Sediakan periuk, masukkan asam keping, serai, santan dan bahan-bahan yang sudah ditumbuk. Kacau selalu supaya tak berketul dan kecilkan api. Masukkan pisang dan gaul lagi, hati-hati jangan sampai pecah minyak.
- Bubuhlah bahan perasa
cuba lah .. mana la tau sedap.. huh! pa'al loved this very much!
keroncong hujan
Pagi itu hujan turun mencurah-curah.. aku memang menggilai suasana alam lepas hujan berhenti. Sebab alam lebih mesra dan segar selepas disimbah hujan. Bayu lembut dan rahmat yang dibawanya selalu mendinginkan sebentar alam buana yang kepanasan. Indahnya alam yang kehujanan, lagu keroncong yang manis ini mungkin setuju dengan ku..

dpd Adibah Noor
Mega mendung di angkasa
hembusan bayu dingin terasa
grimis berderai di merata
bagai mutiara
Rahmat di bawa bersama
limpahannya meresap di jiwa
adakala bahgia terasa
meskipun duka nestapa
Tika hujan turun sayu
mendayu lagu keroncong
merdu irama di alun
bersenandung
Hujan membasahi bumi
melahirkan keluhuran budi
mengerat perpaduan suci
kasih sayang abadi

dpd Adibah Noor
Mega mendung di angkasa
hembusan bayu dingin terasa
grimis berderai di merata
bagai mutiara
Rahmat di bawa bersama
limpahannya meresap di jiwa
adakala bahgia terasa
meskipun duka nestapa
Tika hujan turun sayu
mendayu lagu keroncong
merdu irama di alun
bersenandung
Hujan membasahi bumi
melahirkan keluhuran budi
mengerat perpaduan suci
kasih sayang abadi
Rabu
sahabat di tirai besi
siapa kata
kasih sahabat
tak bisa terjalin
terhalang benua
terhalang tembok
tersisih lidah bahasa
aku katakan
antara kau aku
semua jadi kita
sama mewarna
putih hari-hari
jadi banyak cerita
aku juga katakan
bahawa manis kata
ramah tulus hati
itulah jambatan
hubung dua hati
jadi sekuat akrab
di tirai besi ini
kau beritakan
awan hitam melarik
menutup telaga mu
lalu kau melafaz ingin
menjirus haus tekak mu
dengan air dari awan putih
aku katakan pada mu
walau sehitam air tersentuh
masuk terselit di lelangit mu
tertanam tertulis di dahi mu
tangan ini sedia berjabat
menggengam jari mu
meminpin bahu mu
aku menantikan mu
agar dapat sama menari
di bawah cahaya rembulan
bila kau temui merpati mu
dalam lembaran terbaru
sejarah jangan terulang
wahai sahabat ku di tirai besi
Pena Alam
bukit ledang, kuala lumpur
3 june, 2009
kasih sahabat
tak bisa terjalin
terhalang benua
terhalang tembok
tersisih lidah bahasa
aku katakan
antara kau aku
semua jadi kita
sama mewarna
putih hari-hari
jadi banyak cerita
aku juga katakan
bahawa manis kata
ramah tulus hati
itulah jambatan
hubung dua hati
jadi sekuat akrab
di tirai besi ini
kau beritakan
awan hitam melarik
menutup telaga mu
lalu kau melafaz ingin
menjirus haus tekak mu
dengan air dari awan putih
aku katakan pada mu
walau sehitam air tersentuh
masuk terselit di lelangit mu
tertanam tertulis di dahi mu
tangan ini sedia berjabat
menggengam jari mu
meminpin bahu mu
aku menantikan mu
agar dapat sama menari
di bawah cahaya rembulan
bila kau temui merpati mu
dalam lembaran terbaru
sejarah jangan terulang
wahai sahabat ku di tirai besi
Pena Alam
bukit ledang, kuala lumpur
3 june, 2009
pagsisisi
Bagung umaga
bagung buhay
pero bakit ganito
ang aking ginagawa
ay walang pag-babago
walang pag kakaiba
Dito sa loob ng tahanan
mga kasamay di kilala
iba-ibang lahi, ia-ibang salita
di nagkaka intindihan
di nagkakunawaan
pero sama-sama
sa hirap at ginhawa
sa araw-araw na lumipas
isa lang aking nadarama
lungkot at pagkasabik
sa pamilyang aking iniwan
sa aking bangsa
ewan kuba bakit
pamusok sa aking isipan
aking sariling bansa
ay aking nilisan
marahil maghanap
ng trabaho para malibang
at mabigyan ang aking pamilya
ng magandang kinabukasan
Heto nga at nangyari na
ang diko inaasahan
ako ay napunta sa lugar
na walang katahimikan
ng aking puso at isipan
Pero sa araw-araw
na ginawa ng bathala
ako ay naghihintay
na magkaroon ng himala
At laging nananalangin sakaniya
na bigyan ako ng pag-asa
na makapiling muli
ang aking pamilya
na iniwan ko sa aking
sarilin bansa
by maricel I. Abad
june 3rd, 09
rpwkl, bukit ledang, kuala lumpur
(maricel, i'm honoured .. to write n posted ur poem here, by the time u read this, u might be somewhere out there, having a good time in FREEDOM, i wish u all the best..in life ahead n future undertakings.. do remember me!)
bagung buhay
pero bakit ganito
ang aking ginagawa
ay walang pag-babago
walang pag kakaiba
Dito sa loob ng tahanan
mga kasamay di kilala
iba-ibang lahi, ia-ibang salita
di nagkaka intindihan
di nagkakunawaan
pero sama-sama
sa hirap at ginhawa
sa araw-araw na lumipas
isa lang aking nadarama
lungkot at pagkasabik
sa pamilyang aking iniwan
sa aking bangsa
ewan kuba bakit
pamusok sa aking isipan
aking sariling bansa
ay aking nilisan
marahil maghanap
ng trabaho para malibang
at mabigyan ang aking pamilya
ng magandang kinabukasan
Heto nga at nangyari na
ang diko inaasahan
ako ay napunta sa lugar
na walang katahimikan
ng aking puso at isipan
Pero sa araw-araw
na ginawa ng bathala
ako ay naghihintay
na magkaroon ng himala
At laging nananalangin sakaniya
na bigyan ako ng pag-asa
na makapiling muli
ang aking pamilya
na iniwan ko sa aking
sarilin bansa
by maricel I. Abad
june 3rd, 09
rpwkl, bukit ledang, kuala lumpur
(maricel, i'm honoured .. to write n posted ur poem here, by the time u read this, u might be somewhere out there, having a good time in FREEDOM, i wish u all the best..in life ahead n future undertakings.. do remember me!)
Isnin
kaamatan yang hilang
Terduduk sayu
pada serangkum nostalgia
diperbaringan mu di sini
merenung rentet pelangi
yang terbit di pucuk akasia
dalam gerimis siang ini
Bunyi gong itu menggamit rindu
pada senyum keibuan mu
tika kaamatan singgah lagi
di halaman kampung kita
tika meranum emas buah padi
di belantara saujana sawah
Di sini di pusara mu
terimbas lagenda bangsa kita
Menyambut runduk tadau
setiap mei tiba penghujung
si gadis dimahkota matahari
dialah huminodun mengorban diri
demi sesuap nasi semangat bumi
Merundung sayu suminundu
juga dewa kinoringan di takhta
bila gadis mulianya tinggal nama
bersemadi jasad tumbuhlah tuaian
dari kakanan bangkit di hari ketujuh
jadi pedoman batas tingkah
hati luhur itu mengubat bencana
Tersayu kami akan dikau
keringat mu basah tak pernah hirau
mencurah emas padi dari basung
girang kita minsirid atas kulobon
bangga melihat tangkop terisi
menjulang syukur pada rezeki
kurniaan tuhan sepanjang tahun
Kini hanya ada hening ini
tersulam di wibawa pusara mu
yang membuat jiwa ini rebah
menyoroti ilham kenangan kita
yang tersejat oleh batas masa
sepi dalam gempita sumazau
melayan sendu dalam episod
epilog sebuah kaamatan yang hilang
Pena Alam
pesta menuai 2009
kolupis-bukit ledang, kuala lumpur
pada serangkum nostalgia
diperbaringan mu di sini
merenung rentet pelangi
yang terbit di pucuk akasia
dalam gerimis siang ini
Bunyi gong itu menggamit rindu
pada senyum keibuan mu
tika kaamatan singgah lagi
di halaman kampung kita
tika meranum emas buah padi
di belantara saujana sawah
Di sini di pusara mu
terimbas lagenda bangsa kita
Menyambut runduk tadau
setiap mei tiba penghujung
si gadis dimahkota matahari
dialah huminodun mengorban diri
demi sesuap nasi semangat bumi
Merundung sayu suminundu
juga dewa kinoringan di takhta
bila gadis mulianya tinggal nama
bersemadi jasad tumbuhlah tuaian
dari kakanan bangkit di hari ketujuh
jadi pedoman batas tingkah
hati luhur itu mengubat bencana
Tersayu kami akan dikau
keringat mu basah tak pernah hirau
mencurah emas padi dari basung
girang kita minsirid atas kulobon
bangga melihat tangkop terisi
menjulang syukur pada rezeki
kurniaan tuhan sepanjang tahun
Kini hanya ada hening ini
tersulam di wibawa pusara mu
yang membuat jiwa ini rebah
menyoroti ilham kenangan kita
yang tersejat oleh batas masa
sepi dalam gempita sumazau
melayan sendu dalam episod
epilog sebuah kaamatan yang hilang
Pena Alam
pesta menuai 2009
kolupis-bukit ledang, kuala lumpur
Langgan:
Catatan (Atom)
Sayangi Alam!
Orang Utan juga diancam kepupusan ..
Sahabat lautan, sahabat kita ..penyu, tahukah anda penyu adalah haiwan yg diancam kepupusan? Penyu juga adalah haiwan yg diwartakan sbg spesies yg dilindungi kerajaan. Jadi adalah menjadi suatu kesalahan bg anda utk memelihara penyu di dalam akuarium, membunuhnya atau mengambil telurnya.. dan tahukah anda, penyu hanya akan bertelur semula selepas 3 atau 4 tahun selepas bertelur, maknanya jika anda makan telurnya, anda sama seperti pembunuh yg telah menelan segenerasi kehidupan sang penyu sama ada anda sedar atau tidak, setuju ataupun tidak..