Selasa

aku instrumen alam..

MENANGKAP MATAHARI

Teriknya sinar mentari di bumi di bawah bayu ini. terjaga dari lena yang kadang-kadang panjang, kadang-kadang diganggu insomnia saban malam, kita lupa bangkit lalu mendongak melihat matahari pagi yang memberi salam bahagia pada segenap kulit-kulit yang melekat di tubuh. lupa berterima kasih kerna pagi ini kita bisa lagi bernafas di bumi Tuhan yang indah dan seluasnya, masih boleh bergembira melihat tulang empat kerat kudrat yang diberi-Nya masih mampu membawa kita cari makan dan membela hidup. Kita manusia biasa yang sibuk. Sibuk dengan hari ini, hari esok yang bakal tiba dan apa yang ada di dalamnya nanti, atau pada masa hadapan yang jauh terbentang, mencari akal bagaimana bisa ke sana sebelum nafas habis.

Sejak dinihari meminta diri pada lewat pagi yang mula bertenaga , tak kau sedar kulit mu sudah terbakar. Warna perang di kulit mu itu, manis. Tanda kau mencintai lapangnya dada berada di bawah mandian hangat sang mentari. Sinar mentari yang tak berbelas kasihan itu penuh zat tulus yang menyampaikan nikmat subur pada sekalian alam. Sinarnya menyerikan maya. mengizinkan fotosintesis agar manusia bisa menyedut oksigen sampai ke liang-liang alveolus terdalam. Di segenap sudut, ke seluruh benua, sang mentari berpuisi, mengalun irama peri agar alam yang murung kebasahan, bingkas kering dan tertawa semula membiar kebun-kebun mula bercambah, menyebar harum putik bunga buah-buah manis yang bakal lahir beberapa purnama mendatang.

Pagi itu, cuaca damai disuluhkan terik mentari yang menyusur bahagia di celahan daun-daun menghijau dan pada pepohon kayu tinggi yang meliang-liuk ditiupkan bayu, menyeri bunga-bunga yang berkembang dengan warna-warninya, aku bangun, menarik nafas sedalamnya, merasakan hadirnya di segenap ceruk tubuh manusia ku, aku dan kamera bersatu, berlari ke serata alam, menangkap matahari...





























































































































































































3 ulasan:

  1. tu arr megat...bole ke tangkap matahari...he he he

    BalasPadam
  2. yup. matahari ada di celahan jarimu, menghelus pipi mu..di mana-mana sahaja ..kadang-kadang 'bikin panas' kan moi..hehehe

    BalasPadam


Puisi Kemerdekaan buat Pak Samad dan negaraku Malaysia : 'Tatkala aku ingin menulis tentang hari merdeka'...( sila klik pic Pak Samad)

Sayangi Alam!

Sayangi Alam!
Orang Utan juga diancam kepupusan ..

Sahabat lautan, sahabat kita ..penyu, tahukah anda penyu adalah haiwan yg diancam kepupusan? Penyu juga adalah haiwan yg diwartakan sbg spesies yg dilindungi kerajaan. Jadi adalah menjadi suatu kesalahan bg anda utk memelihara penyu di dalam akuarium, membunuhnya atau mengambil telurnya.. dan tahukah anda, penyu hanya akan bertelur semula selepas 3 atau 4 tahun selepas bertelur, maknanya jika anda makan telurnya, anda sama seperti pembunuh yg telah menelan segenerasi kehidupan sang penyu sama ada anda sedar atau tidak, setuju ataupun tidak..